Jumat, 28 Oktober 2016

MAKALAH PENELITIAN TANAMAN OBAT "MORFOLOGY, KLASIFIKASI , ZAT AKTIF YANG DIKANDUNGNYA BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN DAN KHASIAT"




MAKALAH
PENELITIAN TANAMAN OBAT















                                                               
Disusun oleh:
Rizki Tri Ananda
NIM: 31115103

FARMASI 1B












STIKES BAKTI TUNAS HUSADA
 TASIKMALAYA
2016

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul ”Penelitian Tanaman Obat”.
Dalam penyusunannya, Saya memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: Kedua orang tua dan segenap keluarga besar yang telah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi.
Meskipun  berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi.
Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.
                                                                                                           


Tasikmalaya,15 Mei 2016
Penyusun


Rizki Tri Ananda






PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Indonesia kaya akan sumber bahan obat tradisional yang telah digunakan oleh sebagian besar rakyat Indonesia secara turun temurun. Keuntungan penggunaan obat tradisional adalah antara lain karena bahan bakunya mudah diperoleh dan harganya murah. Delapan puluh persen penduduk Indonesia hidup di pedesaan, di antaranya sukar dijangkau oleh obat modern dan tenaga medis karena masalah distribusi, komunikasi dan transportasi disamping itu daya beli yang relatif rendah menyebabkan masyarakat pedesaan kurang mampu mengeluarkan biaya untuk pengobatan modern, sehingga masyarakat cenderung memilih pengobatan secara tradisional. Obat tradisional mempunyai makna yang sangat penting karena di samping ketidakmampuan masyarakat untuk memperoleh obat-obat modern, juga karena obat tradisional adalah obat bebas yang dapat diperoleh tanpa resep dokter (Pudjarwoto et al, 1992).
Menurut Ratna et al (1994) di Indonesia, tanaman obat terdapat dalam jumlah berlimpah baik jumlah maupun jenisnya. Kemampuan antimikroba minyak essensial tanaman obat dan rempah seringkali lebih tinggi dibandingkan bahan pengawet kimia Selain itu, satu ekstrak tanaman dapat mengandung satu macam atau lebih senyawa antimikroba. Komponen aktif yang berperan sebagai obat adalah zat-zat kimia yang terkandung di dalam ramuan obat tersebut. Secara kemoterapi, komponen-komponen tersebut antara lain dapat berperan sebagai absorben, astringen, spasmolitik, anti bakteri, suportif dan sebagainya (Pudjarwoto et al, 1992).
B.  Rumusan Masalah
A.  Bagaimana morfologi pada tumbuhan?
B.  Bagaimana klasifikasi pada tumbuhan?
C.  Apa saja zat aktif dan khasiat tumbuhan pada bidang farmasi?
C.  Tujuan Masalah
A.  Untuk mengetahui morfologi pada tumbuhan
B.  Untuk mengetahui klasifikasi pada tumbuhan
C.  Untuk mengetahui zat aktif dan khasiat tumbuhan pada bidang farmasi


PEMBAHASAN

1.      Tumbuhan Daruju (Argemone mexicana L.)

A. Morfologi Daruju
Pohon daruju termasuk tanaman tahunan yang umum diperbanyak dengan biji. Mempunyai sosok tegak berduri dengan batang putih keabuan yang menghasilkan getah berwarna kuning beraroma tidak enak. Tinggi pohonnya sekitar 0,5 m – 1,5 m.
Daunnya berduri dengan posisi menggenggam batang tanpa tangkai daun. Tumbuh berselang-seling dengan panjang sekitar 15 cm. Urat daunnya berwarna putih terlihat kontras dengan permukaan atas daun yang berwarna hijau gelap.
Bunga daruju muncul di ujung cabang. Diameter bunga sekitar 2,5-5 cm. Bunganya cukup lebar, lengkap, hypogynous (memiliki bagian bunga seperti petal, sepal, dan stamen yang muncul di bawah ovarium), dan hermaprodit. Calyx memiliki 3 sepal.Mahkota bunga berwarna kuning hingga kingga pucat dengan 5 petal. Bunga soliter memiliki banyak stamen dan tidak berbulu.
Buahnya berduri berbentuk kapsul dengan panjang sekitar 2,5-5 cm dengan lebar 2 cm. Memiliki 4 – 6 katup terbuka di bagian ujung untuk melepaskan biji.
Bijinya berminyak, bewarna hitam kecokelatan dengan bentuk hampir membulat. Berdiameter sekitar 1 mm. Biji dorman ketika disimpan dan memiliki periode setelah masak beberapa minggu hingga bulanan.

B.  Klasifikasi Daruju
·         Kingdom          : Plantae
·         Sub kingdom    : Viridiplantae
·         Infra kingdom  : Streptophyta
·         Super divisi      : Embryophyta
·         Divisi                : Tracheophyta
·         Sub divisi         : Spermatophytina
·         Kelas                : Magnoliopsida
·         Super ordo       : Ranunculanae
·         Ordo                 : Ranunculales
·         Famili               : Papaveraceae
·         Genus               : Argemone l.
·         Spesies             : Argemone mexicana l.

C. Zat aktif dan Khasiat Daruju
1)      Sifat kimiawi              : Tumbuhan ini memiliki banyak  kandungan kimia, yang sudah diketahui  antara lain :flavone dan asam amino.
2)      Efek farmakologis     :Dalam farmakologi cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat;  rasa pahit,  dingin, anti radang (antiphlogistik) dan  expectorant
3)      Bagian tanaman  yang  digunakan dan khasiatnya
Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penggunaanya. Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
  • Kanker           
Akar 30 - 120 gram ditambah 60 - 120 gram daging sapi tanpa lemak, digodok dengan 500 cc air selama 6 jam sampai tersisa 1 mangkok,Dibagi untuk 2 kali minum, lakukan setiap hari. 
  • Luka terkena racun anak panah
Akar dikunyah, dibubuhkan pada luka, bila perlu dibalut
  • Pembersih Darah
Tepung dari biji diminum dengan air, sebagai obat pembersih darah pada bisul.
  • Hepatistis akut dan kronis, pembesaran hati dan limpa
Akar kering  30 - 60 gram digodok, minum, atau ditim dengan daging. 
  • Tbc kelenjar, parotitis, asma, nyeri lambung
Akar kering  30 - 60 gram digodok, minum, atau ditim dengan daging. 
  • Obat cacing
10 gram akar dicuci dan direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit.  Hasil rebusan diminum sekaligus.
  • Sakit perut
Daun muda direbus, minum airnya.


2.      DAUN SERIBU (Achillea millefolium L.)

A.    Morfologi Daun Seribu
Habitusnya semak, tinggi ± 45 cm. Batangnya Tidak berkayu, bulat, berbuku, hijau. Daunnya Majemuk, menyirip ganda, duduk memeluk batang, bercangap, ujung membulat atau tumpul, pangkal menyempit, panjang 2 – 35 cm, lebar 1 – 4 cm, hijau. Bunganya Majemuk, di ujung batang, bentuk kerucut, diameter ± 1½ cm, putik menjulang keluar, mahkota lima, bergerigi tumpul, tabung tiga sampai sepuluh, putih. Buahnya Kecil, bulat telur, coklat. Bijiinya Kecil, pipih, hitam. Akarnya Tunggang, coklat muda.

B.     Klasifikasi Daun Seribu
·      Kingdom        : Plantae
·      Super Divisi    : Spermatophyta
·      Divisi              : Magnoliophyta
·      Kelas               : Magnoliopsida
·      Sub Kelas       : Asteridae
·      Ordo               : Asterales
·      Famili              : Asteraceae
·      Genus             :Achillea
·      Spesies            : Achillea millefolium L.

C.    Zat aktif dan Khasiat Daun Seribu
1)      Sifat kimiawi              :. Daun dan akar Achiltea millefolium mengandung saponin dan flovonoida; di samping itu akar juga mengandung polifenol; dan daunnya juga mengandung minyak atsiri.
2)      Bagian tanaman  yang  digunakan
Daun Achillea millefolium berkhasiat sebagai obat nyeri haid dan obat sakit perut.
Obat nyeri haid : dipakai ± 20 gram daun Achillea millefolium, dicuci dan direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit, setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum sekaligus.
3)      Khasiat: Diaforetik   ; Antipiretik; Diuretik; Hipotensif; Antiseptik.



3.      Remek  Daging / Sambang Getih (Hemigraphis colorata)
                                                                                                 
A.   Morfologi Remek Daging 
Tumbuhan perdu, berumur panjang (perenial), tinggi 0,5 - 1,5 m. Akar tunggang. Batang berkayu, silindris, tegak, percabangan banyak, ke atas atau mendatar. Daun tunggal, bertangkai, tersusun berhadapan, warna atas hijau tua - bawah merah gelap, bentuk jorong hingga lanset, panjang 4 - 15 cm, lebar 1,5 - 4 cm, helaian daun tipis tegar, ujung dan pangkal runcing, tepi bergerigi halus, pertulangan menyirip (pinnate), permukaan atas mengkilat, permukaan bawah halus, tidak pernah meluruh Bunga tunggal, muncul di sebelah ketiak daun, mahkota berwarna putih Buah bulat, panjang +/- 1 cm, warna merah, terdiri dari tiga keping yang menyatu Perbanyaan Generatif (biji) dan vegetatif (cangkok, stek batang).
B.  Klasifikasi Remek Daging 
·      Kingdom        : Plantae
·      Sub kingdom  :Tracheobionta
·      Super Divisi    : Spermatophyta
·      Divisi              : Magnoliophyta
·      Kelas               : Magnoliopsida
·      Sub Kelas       : Rosidae
·      Ordo               : Euphorbiales
·      Famili              : Euphorbiaceae
·      Genus             : Excoecaria
·      Spesies            : Excoecaria cochinchinensis Lour.

C.   Zat aktif dan Khasiat Remek Daging 
4)      Sifat kimia & Efek Farmakologi
Sambung darah mengandung beragam senyawa kimia seperti natrium, kalsium, flavonoid, dan polifenol. Batang tanaman mengandung saponin dan tanin. Sementara tanin, asam silikat, tanin dan glikosida terdapat didaun. Efek farmologi sambang darah berupa rasa kelat, astrigen, anti diare, diuretik, dan menggumpalkan darah pada luka.
5)      Khasiat & Bagian tanaman  yang  digunakan
·         Diare dan disentri : Ambil 7 helai daun, lalu cuci bersih. Rebus daun dalam 1 gelas air hingga mendidih selama 15 menit. Setelah dingin, saring rebusan itu dan minum. Lakukan pengobatn 3 x sehari.
·         Batu ginjal : Cuci bersih 27 gr daun sambang darah secukupnya, lalu rebus dalam 2 gelas air hingga mendidih selama 30 menit. Hasil rebusan disaring ketika dingin dan diminum. Minum ramuan 2 x sehari.
·         Sakit kulit : Cuci daun sambang darah secukupnya, lalu rebus dalam 3 liter air bersih hingga mendidih. Hasil rebusan dicampur dengan air bersih dibak. Campuran air itu digunakan untuk mandi.
·         Luka : Untuk obat luar, 7-9 daun sambang darah dan cuci bersih, kemudian lumatkan daun-daun itu dengan cara ditumbuk. Oleskan daun itu diatas luka.







4.      INGGU (Ruta angustifolia Pers.)
                                                                                                 
A. Morfologi Inggu
Inggu disebut Ruta angustifolia (L.) Pers  termasuk ke dalam Familia Rutaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama inggu (Sunda), godong minggu (Jawa), aruda (Melayu), anruda busu (Makasar). Inggu merupakan tanaman semak, tinggi dapat mencapai 1,5 meter. Batang berkayu, bulat, percabangan simpodial, warna hijau muda. Daun majemuk, anak daun berbentuk lanset atau bulat telur, pangkal runcing, ujung tumpul, tepi rata, panjang 8-20 mm, lebar 2-6 mm, warna hijau. Bunga majemuk, mahkota bentuk mangkok, warna kuning. Buah kecil, lonjong, terbagi atas 4 kotak, warna cokelat. Tanaman inggu dapat tumbuh pada dataran rendah 100-1000 mdpl.
Tanaman herba ini memiliki rasa pedas, agak pahit, dingin, berkhasiat sebagai pereda demam (antipiretik), penglihang nyeri (analgesik), anti radang, penawar racun (anti toksik), membuyarkan pembekuan darah, pereda kejang (anti konvulsan), peluruh haid (emenagog), stimultan pada sistem saraf dan kandungan (uterus).
Tanaman ini memiliki kandungan minyak atsiri yang mengandung  metil nonilketon sampai 90%, ketone, pinena, 1-limonena, cineol, asam rutinat, kokusaginin, edulinine, skimmianine,  beragapten, graveoline, graveolinine, asam rudic, rutin, rhammo glikosid, quersetin flavenol, xanthotoxin, dan sedikit tianin. Minyak atsiri digunakan juga pada industri kosmetik, pembuatan sabun, krem, dan wangi-wangian. 

B.  Klasifikasi Inggu
·      Kingdom        : Plantae
·      Sub kingdom  : Viridiplantae
·      Divisi              : Magnoliophyta
·      Kelas               : Iquisetopsida
·      Sub Kelas       : Magnoliidae
·      Ordo               : Sapindales
·      Famili              : Rutaceae
·      Genus             : Ruta L.
·      Spesies            : Ruta Angustifolia Pers.

C. Zat aktif dan Khasiat Inggu
1.   Morfologi : Herba rasanya pedas, agak pahit, dingin. Minyak asirinya mengandung oleum rutae, rasanya pahit, pedas dan memualkan, larut dalam air, tetapi tidak larut dalam alkohol dan eter.
2.    KANDUNGAN KIMIA : Minyak asiri mengandung metil-nonilketone sampai 90%, ketone, pinena, 1-limonena, cineol, asam rutinat, kokusaginin, edulinine, skimmianine, bergapten, graveoline, graveolinine, asam modic, rutin, rhamno glikosid, quersetin flavenol, xanthotoxin, sedikit tanin. Minyak asiri digunakan juga pada industri kosmetika, seperti pembuatan sabun, krim, dan wangi-wangian.

3.   Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian :
·         Sejurnlah percobaan pada binatang menunjukkan bahwa zat berkhasiat furoquinoline alkaloid skimmianine dapat menyebabkan keguguran. Hal ini diduga akibat efek stimulasi langsung pada otot kandungan (uterus).
·         Dari penelitian perkembangan folikel ovarium mencit pada periode pasca-lahir yang diberikan suntikan ekstrak daun inggu dengan dosis 8 mg/100 g bb, temyata pada ovarium mencit berumur 21, 35, dan 49 hari terjadi penurunan jumiah folikel primer, sekunder dan de Graaf, sedangjumlah folikel atresia meningkat. Hal ini diduga karena inggu bersifat estrogenik (Maria Esti Taruni, Fakultas B iologi UGM, 1993).
·         Pemberian ekstrak daun inggu subkutan pada mencit dengan kehamilan 4 – 5 hari dengan dosis 0,08 mglg bb, pada uterus tampak peningkatan vaskularisasi, hemoragi, hiperplasia endometrium, perubahan glandula uterina, edema lamina propria endometrium, tidak terbentuknya sel raksasa, dan tebal miometrium bertambah. Keadaan tersebut hampir sama dengan pemberian estradiol benzoas (Flora Rumiati, Fakultas Biologi UGM, 1993).

4.    PEMAKAIAN :
§  Demam Sebanyak 1/2 genggam herba inggu segar dicuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa 3/4 bagian. Setelah dingin Lalu disaring, dapat ditambah madu sebelum diminum. Sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.
§  Kejang pada anak a. Sebanyak 15 – 20 g daun inggu segar dicuci bersih Lalu potong- potong seperlunya. Rebus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum, yaitu pagi dan sore hari. b. Sebanyak 10 lembar daun inggu dicuci bersih dan digiling sampai halus. Tambahkan cuka seperlunya, remas sampai merata. Setelah selesai, adonan tadi dipakai untuk mengompres ubun-ubun anak yang sedang kejang.
§  Nyeri ulu hati : Sebanyak 1 5 g herba inggu segar dicuci dan direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, Lalu diminum sekaligus.
§  Merangsang haid : Sebanyak 28 g herba inggu kering direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, siap untuk dirninum. Setiap kali minum cukup 1/2 gelas.
§   Kecikukan : Sebanyak 3/5 genggam daun inggu dicuci, Lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai airnya menjadi 3/4 bagian. Setelah dingin disaring, siap untuk diminum. Sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas. Setiap kali minum dapat ditambah madu secukupnya.
§  Sakit telinga Tiga genggam daun inggu segar dicuci bersih lalu dibilas dengan air matang. Tumbuk sampai halus, kemudian peras dengan sepotong kain. Air perasannya diteteskan pada telinga yang sakit.
§  Sakit kepala : Satu genggam daun inggu segar dicuci bersih lalu ditumbuk sampai lumat. Hasilnya dibagi dua sama banyak, tempelkan pada kedua pelipis.
§  Sakit gigi : Tiga lembar daun inggu segar dicuci bersih Lalu dibilas dengan air matang. Lumatkan dengan jari sampai lunak. Masukkan ke dalam lubang gigi lalu ditutup dengan kapas.
§  Ketombe, gudig : Segenggarn daun segar, sepotong kunyit dan 1 sendok teh beras dicuci bersih Lalu digiling halus sampai seperti bubur. Gosokkan pada kulit kepala atau kulit yang terkena gudig.
§  Bisul Segenggam daun inggu dicuci bersih lalu digiling halus. Hasil gilingannya diperas dan air perasannya ini dicampur dengan bubuk indigo. Gunakan untuk memoles bisul.
§  Hepatitis ; Daun inggu segar sebanyak 1/3 genggam dicuci bersih, Lalu tambahkan 3 gelas air bersih kemudian direbus sampai aimya tersisa separo


5. Tanaman Adas (Foeniculum Vulgare P. Mill)
                                                                                                 
A. Morfologi Adas
Tanaman adas merupakan tanaman dari suku Apiaceae. Bentuk tanaman adas ini merumpun.  Tanaman adas ini memiliki tinggi 50 cm sampai 2 m. Batang tanaman adas ini dalam satu rumpun tanaman adas biasanya mempunyai 3 – 5 buah batang, batang tanaman adas berwarna hijau agak kebiruan, batang tanaman adas mempunyai bentuk alur dan beruas serta berlubang, batang tanaman adas mempunyai bau wangi bila memar. Daun tanaman adas ini letak daunnya berseling dan majemuk, daun tanaman adas mempunyai bentuk menyirip ganda dua dengan posisi sirip-sirip yang letaknya menyempit berbentuk seperti jarum, mempunyai bentuk runcing pada ujung dan pangkalnya. Panjang daun tanaman adas kira-kira 30 cm sampai dengan 50 cm, lebar daun tanaman adas 5 cm sampai dengan 7 cm berwarna hijau muda. Bunga tanaman adas ini memiliki bunga yang berbentuk seperti payung majemuk dengan diameter 5 cm sampai dengan 15 cm. Panjang gagang bunga tanaman adas kira-kira 2 mm  sampai 5 mm, kelopak bunga tanaman adas berbentuk tabung dengan warna hijau. Buah tanaman adas berbentuk biji kering yang mempunyai panjang 4 sampai 9 mm, lebar biji 3 samapai 4 mm, jika masih berumur muda buah tanaman adas mempunyai warna biru kemudian akan berwarna coklat ketika biji berumur tua. Bentuk biji tanaman adas lonjong serta memiliki bau yang kuat dan manis. Warna buah tanaman adas berbeda-beda berdasarkan negara asalnya seperti dari Mesir, India dan Eropa. Akar tanaman adas ini berserabut. Habitat tanaman adas ini berada di dataran rendah dan  dataran tinggi dengan syarat ketinggian 1.800 meter dari atas permukaan laut. Cara budidaya tanaman adas adalah dengan biji atau dengan memisahkan anak tanaman dari induk tanaman
.
B.  Klasifikasi Remek  Adas
·      Kingdom          : Plantae
·      Sub kingdom    :Tracheobionta
·      Super Divisi     : Spermatophyta
·      Divisi                : Magnoliophyta
·      Kelas                : Magnoliopsida
·      Sub Kelas         : Rosidae
·      Ordo                 : Apiales
·      Famili                : Apiaceae 
·      Genus               : Foeniculum
·      Spesies              : Foeniculum vulgare P. Mill. 

C.   Zat aktif dan Khasiat Adas
1.    Sifat kimiawi   
Adas mengandung minyak asiri (Oleum Foeniculi) 1 – 6%, mengandung 50 – 60% anetol, lebih kurang 20% fenkon, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam anisat, dan 12% minyak lemak. Kandungan anetol yang menyebabkan adas mengeluarkan aroma yang khas dan berkhasiat karminatif. Akar mengandung bergapten. Akar dan biji mengandung stigmasterin (serposterin).


2.    Efek Farmakologi
            Komponen aktifnya, anisaldehida, meningkatkan khasiat streptomycin untuk pengobatan TBC pada tikus percobaan. 2. Meningkatkan peristaltik saluran cerna dan merangsang pengeluaran kentut (flatus). 3. Menghilangkan dingin dan dahak. 4. Minyak adas yang mengandung anetol, fenkon, chavicol, dan anisaldehid berkhasiat menyejukkan saluran cerna dan bekerja menyerupai perangsang napsu makan. 5. Dari satu penelitian pada manusia dewasa, diternukan bahwa adas mempunyai efek menghancurkan batu ginjal. 6. Pada percobaan binatang, ekstrak dari rebusan daun adas dapat menurunkan tekanan darah

3.    Khasiat:
Buah bermanfaat untuk mengatasi : – sakit perut (mulas), perut kembung, rasa penuh di lambung, mual, muntah, diare, – sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan, – batuk berdahak, sesak napas (asma), – haid: nyeri haid, haid tidak teratur, – air susu ibu (ASI) sedikit, – putih telur dalam kencing (proteinuria), – susah tidur (insomnia), – buah pelir turun (orchidoptosis), – usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis), – pembengkakan saluran sperma (epididimis), – penimbunan cairan di dalam kantung buah zakar (hidrokel testis), – mengurangi rasa sakit akibat batu dan membantu menghancurkannya, – rematik gout, dan – keracunan tumbuhan obat atau jamur. Daun berkhasiat mengatasi : – batuk, – perut kembung, koilk, – rasa haus, dan – meningkatkan penglihatan.



















PENUTUP

A.      Kesimpulan
Tumbuhan  daruju, daun seribu, remuk daging, inggu dan adas hanyalah sekian tanaman obat tradisional yang tergantikan dengan obat-obatan kimia, Tanaman ini memiliki khasiat yang mungkin banyak orang tidak tau. Dalam memelihara atau menanam tumbuhan tersebut kita tidak bisa hanya membiarkannya saja tumbuh tapi kita harus merawatnya.
B.       Saran
Disamping tersedia obat-obat modern yang dicampur oleh bahan kimia dan perlu mengeluarkan uang untuk memperolehnya, masyarakat yang perlu obat dan dekat dengan alam bisa memanfaatkan tanaman dari alam sebagai obat, juga agar kita tidak melupakan apa yang telah disediakan oleh alam secara gratis dengan kualitas yang mungkin lebih baik dari obat obatan kimia serta tidak memliki efek samping yang akan di timbulkan.



























DAFTAR PUSTAKA

Warniyati. (2013). Tanaman Obat Herbal – Inggu, [Online]. Tersedia:http://baitulherbal.com/tanaman-herbal/tanaman-obat-herbal-inggu/. [10 Mei 2016].

Warniyati. (2013). Tanaman Obat Herbal – Inggu, [Online]. Tersedia:http://baitulherbal.com/tanaman-herbal/tanaman-obat-herbal-inggu/. [10 Mei 2016].

 



LAMPIRAN

Capture.PNG      daun seribu.PNG     
Tanaman Daruju                              Tanaman Daun Seribu

sambang-getih.jpg     
Tanaman Remek Daging                 Tanaman Adas

Tanaman Inggu                                

Tidak ada komentar:

Posting Komentar